Politik

Dari PKS hingga PSI, Ini Perjalanan Perubahan Logo Parpol

×

Dari PKS hingga PSI, Ini Perjalanan Perubahan Logo Parpol

Sebarkan artikel ini
KOMPAS/HENDRA AGUS SETYAWAN

Politikal, Nasional Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi partai politik terbaru yang mengganti lambangnya secara resmi.

Dalam Kongres Pertama yang digelar pada 19–20 Juli 2025 di Solo, Jawa Tengah, PSI memperkenalkan logo barunya sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas politik menjelang Pemilu 2029.

Namun, langkah tersebut bukan yang pertama dilakukan partai politik (parpol) di Indonesia.

Beberapa parpol nasional juga pernah melakukan penyegaran simbol sebagai bagian dari strategi komunikasi politik dan pembaruan visi-misi mereka.

Berikut rangkuman partai-partai besar yang tercatat pernah mengganti logo:

1. PKS Tampil Lebih Terbuka

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi mengganti logo partai pada saat Musyawarah Nasional (Munas) V yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat, pada 29 November 2020.

Sekretaris Jenderal PKS Aboe Bakar Alhabsy menjelaskan bahwa perubahan lambang tersebut merupakan hasil perumusan sejak periode kepengurusan sebelumnya.

Perubahan lambang, mars dan hymne sudah dirumuskan sejak kepengurusan sebelumnya. Esensi perubahan ini adalah PKS harus tampil lebih segar, lebih dekat dan terbuka untuk semua kalangan,” ujar Aboe.

Baca Juga :  Lahan Sawit Terbengkalai, Deprov Gorontalo Warning Pemerintah dan Perusahaan

Logo baru PKS tetap mempertahankan dua bulan sabit yang kini mengapit padi dalam lingkaran oranye dengan latar putih. Warna oranye mencerminkan optimisme, sedangkan putih menandakan ketulusan.

Tagline baru PKS pun diperkenalkan, yaitu “Bersama Melayani Rakyat” dengan gerakan #PKSPelayanRakyat.

2. PPP Kembali ke Akar Identitas

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memilih kembali menggunakan logo lamanya berupa gambar Ka’bah, yang diperkenalkan dalam peringatan HUT ke-50 partai pada 5 Januari 2023.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono menyampaikan bahwa mayoritas kader partai menginginkan lambang lama dihidupkan kembali.

Hasilnya adalah 86 persen menghendaki logo lambang Ka’bah itu dikembalikan pada yang aslinya ke yang lama,” kata Mardiono.

Ia menjelaskan bahwa lambang tersebut dipilih melalui proses istikharah para pendiri partai di Tanah Suci dan memiliki nilai spiritual mendalam. Logo PPP sendiri sempat dimodifikasi beberapa kali sejak era reformasi.

3. Perindo Tegaskan Visi Lewat Burung Garuda

Partai Persatuan Indonesia (Perindo) juga melakukan perubahan logo pada 2021. Logo baru masih mengusung kepala burung Garuda putih yang menghadap kanan dengan dua sayap berwarna merah dan biru.

Baca Juga :  Gaji DPR Tembus Rp100 Juta, Publik Soroti Bebas Pajak dan Tunjangan Mewah

Warna-warna tersebut menyimbolkan nilai-nilai seperti keberanian (merah), ketulusan (putih), serta kebijaksanaan dan konsistensi (biru). Lima helai sayap yang tertera dalam logo dimaknai sebagai representasi dari dasar negara Pancasila.

Burung Garuda yang menghadap ke kanan merefleksikan semangat untuk terus maju demi Indonesia yang lebih sejahtera.

4. PDIP Pertahankan Filosofi Banteng

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga melalui proses evolusi lambang partai seiring sejarahnya. Sebelum resmi berdiri pada 1999, PDIP merupakan kelanjutan dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI), yang dibentuk melalui fusi lima partai pada 1973.

Logo PDIP yang menampilkan banteng hitam dalam lingkaran merah telah digunakan sejak awal. Simbol tersebut mencerminkan keberanian, kewaspadaan, dan semangat perjuangan yang berkelanjutan.

Lingkaran pada logo bermakna tekad bulat dalam memperjuangkan keadilan sosial dan komitmen partai terhadap rakyat.

5. PSI Tampilkan Gajah Sebagai Simbol Baru

Baca Juga :  LM-TKP Bongkar Dugaan Ijazah Palsu Dua Wabup: ‘Saatnya Dibuka ke Publik!’

PSI menjadi partai terbaru yang memperbarui identitas visualnya dengan logo baru bergambar gajah. Warna merah mendominasi kepala gajah, putih pada leher, dan hitam pada bagian tubuh. Logo baru ini ditampilkan di atas latar putih, dilengkapi tulisan “PSI Partai Super Tbk“.

Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman, menjelaskan makna filosofis pemilihan simbol gajah tersebut.

“Ada istilah kan, ‘gajah enggak pernah lupa‘,” katanya usai bertemu Presiden Joko Widodo di Solo, Kamis (17/7).

Sementara Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menanggapi anggapan publik yang menilai logo gajah tersebut seperti sedang marah.

“Saya menjelaskan mengenai gajah yang terlihat mau mengamuk,” ujar Kaesang saat ditetapkan sebagai Ketua Umum DPP PSI periode 2025–2030.

Kaesang juga menyindir narasi bahwa PSI masih dianggap partai kecil.

“Orang menganggap kita masih gajah yang kecil. Tapi gajah yang kecil itu tetap besar. Lihat saja nanti 2029 kita akan menjadi partai yang besar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *