Politikal, Nasional – Raksasa teknologi Microsoft kembali mencuri perhatian usai mengumumkan langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawannya, di tengah capaian laba yang sangat besar.
Keputusan mengejutkan itu disampaikan langsung oleh CEO Microsoft, Satya Nadella.
Perusahaan yang dikenal agresif dalam ekspansi teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), dikabarkan akan memangkas sekitar 15.000 pekerja disusul hampir 2.000 staf lainnya yang dinilai tak memenuhi ekspektasi kinerja.

Padahal, Microsoft membukukan laba bersih sebesar US\$75 miliar selama tiga kuartal terakhir dan telah menggelontorkan investasi US\$80 miliar di sektor AI.
Saham Microsoft bahkan naik hingga 21 persen sepanjang 2025, mencatatkan rekor tertinggi pada awal Juli, menurut Business Insider.
Nadella: “Ini Ketidaksesuaian di Era Ketidakpastian”
Dalam pesan terbuka kepada para pegawai, Nadella menyebut situasi yang dihadapi saat ini sebagai tantangan yang kompleks dan penuh ketidaksesuaian.
“Kami berinvestasi lebih banyak pada belanja modal daripada sebelumnya. Jumlah karyawan kami secara keseluruhan relatif tidak berubah dan sejumlah talenta dan keahlian di industri kami dan Microsoft diakui dan dihargai pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun saat bersamaan, kami mengalami PHK,” jelasnya dikutip dari Business Insider, Jumat (25/7/2025).
Menurut Nadella, kemajuan teknologi yang pesat membuat perusahaan harus terus beradaptasi. Ia menyebut langkah efisiensi sebagai bagian dari kebutuhan restrukturisasi global dan perubahan strategi.
“Ini juga merupakan peluang baru untuk membentuk, memimpin dan memberikan dampak yang lebih besar dari sebelumnya,” kata Nadella.
Ia menekankan pentingnya proses belajar dan mengikhlaskan masa lalu demi menciptakan model bisnis yang sesuai dengan perubahan kebutuhan konsumen global.
“Hal ini pada dasarnya sulit dan hanya sedikit perusahaan mampu melakukan keduanya,” ucapnya.
“Namun saya yakin kita bisa dan sekali lagi menemukan tekad, keberanian, dan kejelasan melaksanakan misi kita pada paradigma baru,” pungkas Nadella.