Politikal, Nasional – Google tak lagi sendirian menguasai pasar pencarian daring. Raksasa teknologi dunia kini berlomba mengembangkan mesin pencari berbasis kecerdasan buatan (AI) demi merebut dominasi pasar informasi digital.
Microsoft menjadi pemain besar pertama yang meluncurkan fitur pencarian canggih di browser Edge bernama Copilot Mode.
Fitur ini memudahkan pengguna menjalankan berbagai perintah dalam satu kolom input, termasuk perintah suara, pencarian terintegrasi, hingga membandingkan hasil dari tab yang berbeda.

“Copilot juga menggabungkan fungsi pencarian, percakapan, dan navigasi dalam satu kolom input, bahkan bisa digunakan dengan perintah suara,” demikian dikutip dari Reuters, Selasa (29/7/2025).
Tak hanya itu, Microsoft akan memperluas fungsinya agar bisa mengakses histori pencarian dan data pengguna, seperti kredensial dan jadwal aktivitas.
Perusahaan menjamin fitur ini hanya aktif atas izin pengguna dan menampilkan indikator saat berjalan di latar belakang.
Langkah Microsoft ini menjadi bagian dari gelombang inovasi alat pencarian berbasis AI, yang mulai mengguncang dominasi Google.
Apple dilaporkan tengah mempertimbangkan akuisisi startup pencarian AI bernama Perplexity, yang telah didukung oleh Nvidia dan berkembang pesat lewat fitur browser Comet.
Meski belum ada negosiasi langsung, laporan Bloomberg menyebut diskusi internal Apple sudah dimulai.
Langkah ini menyusul ketertarikan Meta terhadap perusahaan yang sama.
Perplexity baru saja menyelesaikan pendanaan dengan valuasi mencapai US\$14 miliar, dan teknologinya dikabarkan akan diintegrasikan ke browser Safari milik Apple.
Ini bisa mengancam kontrak eksklusif Apple dengan Google sebagai mesin pencari default.
Data terbaru dari The Verge, Vox Media Research, dan Two Cents Insights menunjukkan perubahan kebiasaan pengguna.
Sebanyak 42% responden menilai Google makin tak berguna, dan 52% mengaku beralih ke AI atau TikTok untuk mencari informasi.
Sebagian besar pengguna mengeluhkan hasil pencarian Google yang dipenuhi konten bersponsor.
Angka ini bahkan meningkat di kalangan Gen Z dan milenial, masing-masing 61% dan 53% lebih memilih menggunakan AI daripada Google Search.
Dalam laporan lain dari SearchEngineLand, pangsa pasar Google tercatat anjlok di bawah 90% untuk pertama kalinya sejak awal 2015.
Sementara Bing, Yahoo, dan Yandex mengalami sedikit pertumbuhan. Fenomena serupa juga muncul di TikTok, yang kini banyak digunakan sebagai alat pencarian oleh generasi muda. Sejak 2024, hasil pencarian Google bahkan mulai menyertakan konten dari TikTok.
Pasar pencarian AI kian ramai dengan hadirnya berbagai nama baru, seperti iAsk.Ai, Komo AI, Brave Search, Andi Search, You.com, hingga ChatGPT dari OpenAI.