Internasional

Eropa Tekan AS-Rusia Libatkan Zelensky di Negosiasi

×

Eropa Tekan AS-Rusia Libatkan Zelensky di Negosiasi

Sebarkan artikel ini
Kombinasi foto Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri), Presiden Amerika Serikat Donald Trump (tengah), dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kanan).(AFP/OLGA MALTSEVA)

Politikal – Duta Besar Amerika Serikat untuk NATO, Matthew Whitaker, mengungkapkan peluang Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menghadiri pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pekan ini.

Pernyataan itu disampaikan Whitaker pada Minggu (10/8) saat diwawancara CNN, ketika ditanya mengenai kemungkinan Zelensky hadir dalam KTT yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (15/8).

Baca Juga :  Trump Disebut “Takluk” ke Putin, Rusia Maju–Ukraina Mundur

“Ya, saya tentu berpikir itu mungkin,” ujarnya, dikutip AFP, Senin (11/8).

Whitaker menegaskan penyelesaian konflik Ukraina menjadi prioritas, dan tidak mungkin tercapai jika seluruh pihak terkait tidak dilibatkan.

“Tentu saja, tidak ada kesepakatan yang dapat tercapai, jika semua pihak yang terlibat tidak setuju. Dan, saya maksudkan, jelas ini adalah prioritas utama untuk mengakhiri perang ini,” katanya.

Baca Juga :  Netanyahu Kritik PM Australia, Canberra Beri Respons Pedas

Sejumlah pemimpin Eropa mendesak agar Kyiv turut serta dalam negosiasi AS-Rusia.

Kekhawatiran muncul apabila pembicaraan dilakukan tanpa Zelensky, termasuk risiko Ukraina harus menyerahkan sebagian wilayahnya—a rencana yang ditolak Uni Eropa.

Dalam tiga hari terakhir, Zelensky tercatat melakukan pembicaraan dengan 13 pemimpin dunia, termasuk Jerman, Inggris, dan Perancis, yang menjadi pendukung utama Kyiv.

Kanselir Jerman Friedrich Merz juga berharap Zelensky dapat hadir di Alaska.

Baca Juga :  Arab Saudi Kecam Israel setelah PBB Tetapkan Gaza Alami Kelaparan

Whitaker menekankan keputusan akhir ada pada Trump.

“Jika dia berpikir bahwa itu adalah skenario terbaik untuk mengundang Zelensky, maka dia akan melakukannya,” ujarnya, sambil menambahkan bahwa “belum ada keputusan yang dibuat sampai saat ini.”

Sejak invasi besar-besaran Rusia pada Februari 2022, puluhan ribu orang tewas dan jutaan warga Ukraina terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *