Ekonomi

FEED Abadi Masela Dimulai, Investasi Rp341 Triliun dan Serap 12.611 Tenaga Kerja

×

FEED Abadi Masela Dimulai, Investasi Rp341 Triliun dan Serap 12.611 Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini
Foto: FEED Proyek LNG Abadi Masela Resmi Dimulai, Target On Stream 2029. Foto: Heri Purnomo/detikcom

Politikal – Desain dan rekayasa proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Blok Masela atau Front End Engineering and Design (FEED) resmi dimulai secara seremonial, Kamis (28/8/2025).

FEED ditargetkan rampung dalam tiga bulan dan akan dilanjutkan dengan Final Investment Decision (FID) pada 2026. Proyek ini diproyeksikan mulai on stream pada 2029.

FEED mencakup peninjauan dan penetapan spesifikasi fasilitas untuk produksi serta pengolahan hidrokarbon dari Lapangan Gas Abadi, termasuk pembangunan pabrik LNG darat (Onshore LNG/OLNG).

Pekerjaan ini terbagi dalam empat paket utama: OLNG, Floating Production Storage and Offloading (FPSO), Subsea Umbilicals, Risers and Flowlines (SURF), serta Gas Export Pipeline (GEP).

Baca Juga :  Pasca Beras Oplosan, Konsumen Beralih ke Pasar Tradisional

Setiap paket dilengkapi teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) untuk penangkapan dan penyimpanan karbon.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengatakan proyek ini menjadi salah satu pilar ketahanan energi sekaligus penggerak pembangunan nasional dan daerah.

Baca Juga :  Indonesia Resmikan Penerbangan Komersial Pakai Bahan Bakar Minyak Jelantah

“Hari ini kita menyaksikan langkah penting dalam pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela. Proyek ini bukan hanya proyek migas biasa, tetapi salah satu pilar ketahanan energi sekaligus motor penggerak pembangunan nasional dan daerah,” ujar Yuliot di Hotel Mulia, Jakarta.

Proyek Abadi Masela diperkirakan menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun, sekitar 150 juta kaki kubik standar gas per hari (MMSCFD), dan 35 ribu barel kondensat per hari.

Baca Juga :  IHSG Ditutup Melemah, Hari Ini Diprediksi Kembali Bergerak Positif

Produksi ini diharapkan mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri.

Nilai investasi proyek mencapai US\$ 20,94 miliar atau setara Rp341 triliun dengan kurs asumsi Rp16.300 per dolar AS. Pada fase pengembangan, proyek menyerap 12.611 tenaga kerja, sedangkan fase operasi tetap membutuhkan sekitar 850 pekerja.

“Kami berkomitmen memastikan proyek ini berjalan dengan standar lingkungan tinggi, termasuk implementasi Carbon Capture and Storage (CCS),” pungkas Yuliot.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *