Politikal – Aliansi Mahasiswa dan Pelajar Kawasan Paguyaman Raya Gorontalo (AMPKPRG) menggelar aksi damai di Perempatan Ex Aisyah Mart, Selasa (30/9).
Aksi tersebut digelar untuk memperingati tragedi Gerakan 30 September sekaligus mengenang jasa para pahlawan revolusi.
Dalam kegiatan itu, para peserta membagikan bunga mawar putih kepada pengguna jalan sebagai simbol perdamaian dan penghormatan terhadap para pahlawan bangsa.
“Kami ingin menyampaikan pesan bahwa perdamaian adalah bahasa universal yang bisa dipahami semua orang,” ujar Amelia Moki, Koordinator aksi.
Amelia menjelaskan, mawar putih dipilih sebagai lambang cinta, persaudaraan, dan ketulusan dalam mengenang pengorbanan para pahlawan revolusi.
“Mawar putih ini bukan hanya simbol cinta dan persaudaraan, tetapi juga bentuk penghormatan kami kepada para pahlawan revolusi yang telah berkorban demi bangsa,” lanjutnya.
Aksi damai itu diwarnai dengan doa bersama dan orasi singkat yang menekankan pentingnya persatuan nasional serta penolakan terhadap segala bentuk kekerasan dan perpecahan.
Para peserta yang didominasi mahasiswa dan pelajar mengenakan busana putih sebagai simbol netralitas dan semangat perdamaian lintas generasi.
“Kami mengajak masyarakat untuk saling merangkul dan mengutamakan sikap humanis dalam menyelesaikan persoalan,” imbuh Amelia.
AMPKPRG berharap momentum peringatan tersebut menjadi pengingat pentingnya nilai cinta, persaudaraan, dan penghormatan terhadap sejarah, agar semangat persatuan terus hidup dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.














