HeadlineProvinsi Gorontalo

IKA PMII Kota Gorontalo Angkat Wacana Daerah Istimewa lewat Diskusi Publik

×

IKA PMII Kota Gorontalo Angkat Wacana Daerah Istimewa lewat Diskusi Publik

Sebarkan artikel ini

Politikal – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Cabang Kota Gorontalo akan menggelar diskusi publik bertema “Gorontalo Daerah Istimewa” yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Cabang (Raker I) Tahun 2026.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 23 Januari 2026, di Rektorat IAIN Sultan Amai Gorontalo, Kampus 1 Kota Gorontalo, mulai pukul 14.00 Wita hingga selesai.

Ketua Panitia, Rominenza Naholo, mengatakan agenda ini diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Patriotik 23 Januari 1942.

Momentum tersebut merujuk pada peristiwa perlawanan rakyat Gorontalo di bawah kepemimpinan Nani Wartabone.

Baca Juga :  DPRD dan Pemprov Gorontalo Sepakati Perubahan APBD 2025

Diskusi publik ini akan melibatkan akademisi, tokoh adat dan budaya Gorontalo, tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan, Badan Eksekutif Mahasiswa, organisasi kepemudaan, badan otonom, serta kader dan alumni PMII.

Sejumlah narasumber dihadirkan untuk membedah isu Gorontalo Daerah Istimewa dari berbagai perspektif. Mereka antara lain penulis buku “Gorontalo Daerah Istimewa” Ali Mobiliu, Ketua Presnas Pembentukan Provinsi Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo, serta tokoh adat budaya Abdulah Paneo dan Sekjen Dewan Adat Alim Niode.

Para narasumber akan mengulas aspek historis, yuridis, dan sosiologis terkait peluang serta tantangan Gorontalo menuju Daerah Istimewa dengan menempatkan nilai perjuangan lokal sebagai dasar pemikiran.

Baca Juga :  Pesan Gubernur Gusnar di Milad SMAN 1 Kabila: Sekolah Benteng Peradaban

Ketua Umum IKA PMII Cabang Kota Gorontalo, Muchlis Huntua, menilai semangat perjuangan Nani Wartabone menjadi pijakan penting dalam menghidupkan kembali wacana tersebut.

“Diskusi ini diharapkan melahirkan perspektif ilmiah yang objektif dan komprehensif terkait posisi historis Gorontalo dalam konteks negara-bangsa Indonesia,” ungkap Muchlis.

Ia menegaskan, pendekatan akademik diperlukan agar pembahasan Gorontalo sebagai Daerah Istimewa tidak berkembang secara spekulatif, melainkan berbasis data sejarah, kajian hukum tata negara, dan analisis sosial budaya.

Baca Juga :  IMM Bongkar Skema Tambang Ilegal Kendy–Robin, Soroti Diamnya Polda Gorontalo

Sementara itu, Sekretaris Umum IKA PMII Kota Gorontalo, Fathan Boulu, menyebut Raker I Tahun 2026 menjadi ruang strategis untuk memantapkan arah program organisasi ke depan.

Raker tersebut akan memfokuskan agenda pada penguatan peran alumni di bidang kebangsaan, pendidikan, sosial kemasyarakatan, serta kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

Melalui diskusi publik dan Raker Cabang ini, IKA PMII Kota Gorontalo menegaskan komitmennya menjaga ingatan sejarah, memperkuat peran intelektual alumni, dan berkontribusi aktif bagi kemajuan Gorontalo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *