Politikal – Polemik rumah tangga yang menyeret seorang ASN di Kecamatan Atinggola kini memasuki babak baru.
Setelah sebelumnya muncul tudingan perselingkuhan dan penelantaran, pihak suami akhirnya angkat bicara dan menyampaikan klarifikasi.
Ia menilai, sejumlah informasi yang beredar di publik tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi yang sebenarnya terjadi dalam rumah tangganya.
Menurut penuturannya, persoalan bermula justru ketika sang istri meninggalkan rumah tanpa kabar selama kurang lebih tiga minggu.
Dalam masa itu, ia mengaku tetap berada di rumah dan mengurus anak-anak mereka.
“Selama tiga minggu itu, anak-anak bersama saya. Ada empat orang, termasuk yang masih kecil. Saya yang jaga semuanya,” ungkapnya.
Ia mengatakan, setelah sang istri kembali, situasi tidak membaik. Justru sebaliknya, ia diminta keluar dari rumah.
“Setelah dia pulang, saya malah diusir. Jadi tidak benar kalau dibilang saya tidak pulang-pulang. Bagaimana mau pulang, kalau saya sudah tidak diperbolehkan tinggal di rumah,” jelasnya.
Sejak saat itu, ia mengaku hanya membawa barang seperlunya dan memilih meninggalkan rumah, sementara sebagian besar barang tetap ditinggalkan demi anak-anak.
Terkait tudingan tidak menafkahi, ia juga membantah.
Ia menegaskan tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga, meskipun sudah tidak lagi tinggal serumah.
“Walaupun sudah berpisah rumah, saya tetap kasih nafkah tiap minggu. Waktu Lebaran juga tetap saya berbagi. Itu ada bukti transfernya,” katanya.
Ia bahkan menyebut, sebagian bantuan juga diberikan melalui pihak keluarga istrinya.
Sementara itu, tuduhan perselingkuhan yang turut mencuat, menurutnya, juga tidak benar.
Ia mengakui adanya foto dirinya dengan seorang perempuan yang beredar, namun menegaskan bahwa hal tersebut hanya sebatas pertemanan.
“Kalau dilihat dari luar mungkin terkesan dekat, tapi tidak seperti yang dituduhkan. Tidak ada hubungan seperti itu,” tegasnya.
Ia juga membantah adanya interaksi berlebihan sebagaimana yang dipersepsikan publik dari foto tersebut.
Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa upaya untuk memperbaiki hubungan sebenarnya sudah dilakukan, termasuk melalui mediasi keluarga. Namun, menurutnya, tidak ada titik temu.
“Saya sudah coba komunikasi, bahkan lewat keluarga. Tapi tidak ada respon untuk memperbaiki. Jadi saya ambil jalan untuk berpisah saja,” ujarnya.
Ia juga menanggapi sejumlah isu lain yang berkembang, termasuk yang berkaitan dengan anak, dan menyebut hal tersebut sudah diklarifikasi di tingkat terkait serta tidak sesuai dengan tudingan yang beredar.
Dengan klarifikasi ini, ia berharap publik dapat melihat persoalan secara lebih utuh dan tidak hanya dari satu sisi.














