Internasional

Arab Saudi Kecam Israel setelah PBB Tetapkan Gaza Alami Kelaparan

×

Arab Saudi Kecam Israel setelah PBB Tetapkan Gaza Alami Kelaparan

Sebarkan artikel ini
Warga Gaza berebut bantuan (Foto: REUTERS/Hatem Khaled)

Politikal – Pemerintah Arab Saudi menyatakan keprihatinan mendalam atas keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menetapkan kondisi bencana kelaparan di Gaza.

PBB menyebut ini sebagai kali pertama status kelaparan diumumkan di kawasan Timur Tengah.

Pakar PBB memperkirakan sekitar 500 ribu warga di Jalur Gaza yang hancur akibat serangan Israel kini menghadapi kelaparan parah.

Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri, Riyadh mengecam “kejahatan genosida yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel terhadap warga sipil yang tak berdaya di Gaza”, demikian dilansir Al Arabiya, Sabtu (23/8).

Baca Juga :  Trump: Zelensky Penentu Perdamaian Ukraina-Rusia

Kepala Bantuan PBB Tom Fletcher menegaskan krisis pangan itu sebenarnya bisa dicegah.

Namun, distribusi makanan terhambat “karena hambatan sistematis oleh Israel.”

Arab Saudi juga menuding bencana kemanusiaan tersebut sebagai akibat langsung “dari ketiadaan mekanisme untuk mencegah dan meminta pertanggungjawaban atas kejahatan pendudukan Israel yang berulang.”

Baca Juga :  Netanyahu Kritik PM Australia, Canberra Beri Respons Pedas

Riyadh menilai tragedi ini akan “tetap menjadi noda” bagi komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB, bila tidak segera diakhiri.

Sementara itu, Israel membantah adanya krisis pangan.

“Tidak ada bencana kelaparan di Gaza,” bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Israel.

Baca Juga :  GCC dan Yordania Desak Dunia Bertindak Hentikan Genosida di Gaza

Tel Aviv menuding laporan panel Integrated Food Security Phase Classification (IPC) hanya “didasarkan pada kebohongan Hamas yang ‘dicuci’ melalui organisasi-organisasi yang memiliki kepentingan pribadi.”

Dalam laporannya pada Jumat (22/8), IPC memastikan bahwa sejak 15 Agustus 2025, status bencana kelaparan atau IPC Fase 5 telah terkonfirmasi di wilayah administratif Gaza, mencakup sekitar 20 persen area Jalur Gaza.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *