Politikal – Infeksi saluran pernapasan akibat virus RSV (Respiratory Syncytial Virus) tengah menjadi perhatian karena kerap menyerang kelompok rentan, seperti bayi dan lansia. Virus ini memiliki gejala awal yang mirip flu biasa, namun disertai demam tinggi dan suara mengi saat bernapas.
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM menyampaikan bahwa bayi, terutama yang lahir prematur, serta lansia di atas usia 65 tahun sangat rentan terhadap infeksi RSV.
“Bayi dan lansia adalah dua kategori rentan yang paling sering terpapar virus ini, apalagi jika bayi prematur,” ujar Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM, Rabu (6/8).

Sistem kekebalan tubuh yang belum matang serta fungsi pernapasan yang belum sempurna membuat bayi lebih mudah terserang virus ini. Di sisi lain, kondisi lansia yang umumnya sudah memiliki penyakit bawaan juga meningkatkan risiko komplikasi.
“Untuk lansia ini lebih berbahaya, bisa terjadi komplikasi seperti pneumonia akut, bronkiolitis hingga memperburuk penyakit yang sudah ada sebelumnya,” tambah Dr. dr. Sukamto Koesnoe.
Tak hanya bayi dan lansia, individu dengan imunitas lemah juga dapat mengalami gangguan serius akibat paparan RSV.
Sebagai langkah pencegahan, orang tua disarankan untuk menjaga kebersihan lingkungan, mencuci tangan secara rutin, serta membatasi kontak anak dengan orang sakit. Vaksinasi RSV juga kini tersedia dan menjadi opsi perlindungan tambahan.