Politikal – Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat Perum Bulog di Jakarta, Jumat (15/8/2025). Agenda ini membahas penguatan ketahanan pangan, terutama beras dan jagung di daerah.
Rombongan diterima Direktur SDA Perum Bulog bersama jajaran manajemen.
Dalam pertemuan itu, Bulog menyoroti tantangan pemasaran pangan yang kini bersaing ketat dengan penjualan daring dari grosir hingga toko kecil.

Manager Bulog, Rahmat Kartolo, menyebut kondisi tersebut ikut memengaruhi perputaran ekonomi, termasuk di Gorontalo.
“Kita harus mempertahankan dan meningkatkan perekonomian daerah. Salah satunya melalui penguatan jalur distribusi dan penyerapan hasil pangan petani,” ujarnya.
Komisi II DPRD turut menyinggung distribusi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dinilai tidak merata.
Beberapa desa di Gorontalo baru menerima bantuan setelah dua hingga tiga bulan sehingga berpotensi menimbulkan kerawanan pangan.
Bulog masih menggunakan acuan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk menyalurkan CBP.
Namun, DPRD menilai data tersebut perlu dievaluasi agar lebih tepat sasaran.
Selain beras, Gorontalo juga dikenal sebagai sentra jagung nasional. Akan tetapi, Bulog baru menyerap 3.600 ton atau 13,8 persen dari target nasional sebanyak 1 juta ton.
Untuk distribusi beras, Gorontalo masih bergantung pada koordinasi dengan Sulawesi Utara.
Sekretaris Komisi II DPRD Gorontalo, Erwin Ismail, menegaskan perlunya kemandirian Bulog di daerah.
“Gorontalo adalah lumbung pangan. Kami berharap Bulog di Gorontalo bisa berdiri sendiri tanpa harus bergabung dengan Sulut. Sebab, ketika keputusan diambil di Sulut, Gorontalo kehilangan potensi penghasilan hingga Rp7 miliar,” kata Erwin.
Komisi II juga menyoroti harga beras di Gorontalo yang sudah mencapai Rp850 ribu per karung.
Kondisi itu dipicu minimnya stok di pasar karena sebagian ritel menahan penjualan dengan alasan khawatir disalahkan.
Menanggapi hal tersebut, DPRD meminta solusi konkret dari Bulog dan berencana menyampaikan surat resmi ke pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Pertemuan diakhiri dengan penyerahan cenderamata dari Perum Bulog kepada rombongan DPRD Gorontalo.