Politikal, Nasional – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banyuwangi menyatakan bantahan tegas atas pemberitaan media daring infojabar.news yang memuat tuduhan bahwa pihaknya terlibat dalam ancaman kekerasan terkait pelaksanaan Kongres GMNI.
Dalam artikel yang berjudul “Kongres GMNI Kembali Ditunda Gegara Panitia Dapat Ancaman Pembunuhan dari Peserta”, nama DPC GMNI Banyuwangi disebut-sebut dalam konteks ancaman pembunuhan. Namun, pihak DPC secara terbuka membantah keterlibatan mereka.
“Kami dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banyuwangi dengan ini menyatakan keberatan dan secara tegas membantah narasi yang mencatut nama DPC GMNI Banyuwangi dalam konteks ancaman kekerasan,” tegas Ketua DPC Rino Bakhtiar dalam pernyataan tertulis, Senin (28/7).
Rino juga menegaskan bahwa Ketua DPC GMNI Banyuwangi tidak pernah mengeluarkan pernyataan atau tindakan yang mengarah pada kekerasan fisik maupun verbal dalam bentuk apa pun.
Menurutnya, pemberitaan tersebut mencoreng nama baik organisasi yang selama ini menjunjung tinggi nilai nasionalisme dan marhaenisme.
“Pemberitaan tersebut sangat merugikan nama baik DPC GMNI Banyuwangi dan berpotensi menyesatkan publik,” lanjut pernyataan itu.
DPC GMNI Banyuwangi juga menyampaikan keprihatinan terhadap potensi disinformasi yang dapat memecah belah solidaritas antar kader GMNI di tingkat nasional.
Selain itu, mereka meminta masyarakat untuk tetap kritis dalam menyaring informasi, terutama yang belum memiliki verifikasi jelas.
“Kami meminta kepada semua pihak untuk tidak mempercayai informasi – informasi tanpa adanya fakta yang jelas. Kami juga membuka ruang komunikasi bila dibutuhkan penelusuran lebih lanjut terhadap informasi yang beredar,” imbuhnya.
Dalam penutup pernyataannya, DPC GMNI Banyuwangi kembali menegaskan komitmennya menjaga integritas organisasi di tengah dinamika pelaksanaan Kongres.
“Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme dan marhaenisme, GMNI Banyuwangi tetap berkomitmen untuk menjaga marwah perjuangan dan menjaga ketertiban dalam setiap proses organisasi, termasuk pelaksanaan Kongres,” tutup pernyataan itu.














