Kabupaten Pohuwato

Haji Suci Disebut Setor ‘Uang Pengamanan’ ke Oknum Densus 88

×

Haji Suci Disebut Setor ‘Uang Pengamanan’ ke Oknum Densus 88

Sebarkan artikel ini

Politikal – Aktivitas tambang emas ilegal di Kabupaten Pohuwato menyeret nama Haji Suci serta oknum aparat Kepolisian Daerah Gorontalo.

Seperti dikutip dari media Tajuk1.id, Sedikitnya 16 unit alat berat jenis ekskavator diduga kuat beroperasi untuk aktivitas pertambangan tanpa izin tersebut.

Tak tanggung-tanggung, Haji Suci disebut menguasai tiga lokasi tambang emas ilegal yang tersebar di wilayah berbeda di Kabupaten Pohuwato.

Menurut pengakuan salah seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya, seluruh lokasi itu berada di bawah kendali Haji Suci.

Baca Juga :  Bupati Pohuwato Apresiasi Calon Bintara Polri, Harap Profesionalisme Tinggi

“Iya benar Haji Suci menguasai tiga lokasi tambang emas ilegal di Kabupaten Pohuwato,” ungkapnya melansir Tajuk1.id.

Dilansir dari Goupdate, seorang berinisial KD yang bertugas sebagai koordinator lapangan tambang Botudulanga turut membenarkan pernyataan tersebut.

Dalam keterangannya, ia mengakui Haji Suci menguasai 16 unit alat berat dan tiga lokasi pertambangan.

“Haji Suci menguasai 16 alat berat dan 3 lokasi tambang,” terangnya.

Kondisi itu memicu pertanyaan masyarakat mengenai bagaimana aktivitas tambang ilegal dapat berjalan lancar dan beroperasi cukup lama.

Baca Juga :  Pohuwato Ditetapkan Jadi Tuan Rumah Porprov Gorontalo 2026

Dugaan kuat menyebut, keberanian Haji Suci dalam mengelola tambang ilegal dipicu keterlibatan oknum Densus 88 AT Polri.

Disebutkan, Haji Suci diwajibkan menyetor sejumlah uang dengan nominal besar sebagai “uang pengamanan” kepada oknum aparat tersebut.

Informasi itu terungkap dari hasil investigasi dan penelusuran tim media di lapangan.

Fakta di lapangan memperlihatkan kerusakan lingkungan dalam skala besar akibat aktivitas pertambangan tersebut.

Baca Juga :  Pohuwato-Unsrat Sepakat Kembangkan SDM Lewat Pendidikan dan Penelitian

Kondisi itu menjadi potret nyata manusia yang mengorbankan alam demi keuntungan emas.

Masyarakat pun khawatir bencana alam akan menjadi dampak lanjutan.

Mereka berharap ada keadilan melalui kebijakan tegas serta hukuman berat bagi oknum aparat yang diduga terlibat dalam membiarkan tambang ilegal beroperasi.

Hingga berita ini diterbitkan, penelusuran tim awak media terus berlanjut.

Termasuk usaha untuk menghubungi sejumlah pihak terkait untuk mendapatka konfirmasi terkait informasi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *