Parlemen

Komisi II Deprov Gorontalo Dorong Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi

×

Komisi II Deprov Gorontalo Dorong Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi

Sebarkan artikel ini

Politikal – Pimpinan dan anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian Republik Indonesia guna memperkuat koordinasi pengembangan sektor peternakan daerah.

Kunjungan kerja berlangsung di Gedung C Lantai 6 Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI.

Rombongan Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo diterima langsung Direktur Peternakan dan Kesehatan Hewan Hendra Wibawa bersama jajaran.

Pertemuan tersebut membahas rencana pengembangan hilirisasi ternak ayam serta peningkatan nilai tambah produk peternakan di Provinsi Gorontalo.

Dalam forum itu disampaikan bahwa Gorontalo akan menerima Program Pengembangan Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi sebagai bagian dari program strategis pemerintah pusat.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Ridwan Monoarfa menilai program hilirisasi industri ayam terintegrasi menjadi peluang penting untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya peternak ayam rakyat.

Baca Juga :  Komisi I Deprov Gorontalo Dorong Transparansi Anggaran Outsourcing

Ia menyebut program yang digagas langsung oleh Presiden Republik Indonesia berpotensi meningkatkan kesejahteraan peternak dan perekonomian daerah.

“Program hilirisasi ini bukan hanya soal pembangunan infrastruktur peternakan, tetapi bagaimana menciptakan sistem usaha yang berkelanjutan. Peternak rakyat harus menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton. Dengan sistem terintegrasi, peternak akan memiliki kepastian usaha, harga yang lebih stabil, serta akses pasar yang lebih luas,” ujar Ridwan Monoarfa.

Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Erwinsyah Ismail menyatakan pihaknya menyambut baik pelaksanaan program hilirisasi ternak di Gorontalo.

Ia menjelaskan kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari rapat koordinasi untuk memastikan kesiapan daerah serta arah kebijakan program.

“Kami Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo menyambut baik program hilirisasi ternak ini. Kunjungan kami ke Kementerian Pertanian, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, adalah bagian dari rapat koordinasi agar program ini benar-benar memberikan manfaat bagi daerah,” ungkap Erwinsyah Ismail.

Baca Juga :  Panglima Aspirasi, Fikram Salurkan Bantuan untuk Nelayan Gorontalo

Dalam pertemuan itu, Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo juga menyampaikan aspirasi pengusaha lokal agar dilibatkan dalam pengembangan industri ayam terintegrasi. Keterlibatan pelaku usaha daerah dinilai penting agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas.

“Saya menyuarakan aspirasi teman-teman pengusaha lokal agar bisa dibukakan ruang kolaborasi. Kami berharap program ini tidak hanya melibatkan investor besar, tetapi juga membuka kesempatan bagi pengusaha daerah untuk tumbuh dan berkembang bersama,” tambahnya.

Program hilirisasi industri ayam terintegrasi yang telah memasuki tahapan penting tersebut diharapkan dapat dirasakan langsung oleh peternak ayam, khususnya skala kecil dan menengah.

Pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir diyakini mampu memperkuat kepastian usaha dan daya saing produk ayam rakyat.

Baca Juga :  Warga Diminta Aktif Awasi Layanan Publik, Fikram: Sampaikan Fakta, Bukan Rekayasa

Direktur Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI Hendra Wibawa menegaskan bahwa pembangunan industri ayam terintegrasi tidak menggantikan peran peternak rakyat, melainkan memperkuat posisi mereka dalam ekosistem industri unggas yang modern dan efisien.

Melalui penyediaan fasilitas pendukung seperti pabrik pakan dan rumah potong ayam modern, peternak diharapkan tidak lagi bergantung pada rantai pemasaran panjang yang menekan harga jual di tingkat kandang.

Program hilirisasi ini juga diproyeksikan membuka lapangan kerja baru serta melahirkan pelaku usaha perunggasan di wilayah pedesaan.

Kementerian Pertanian menegaskan pelaksanaan program dilakukan dengan tata kelola yang bersih, transparan, dan berpihak kepada masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengembangan industri unggas berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *