Internasional

Netanyahu Kritik PM Australia, Canberra Beri Respons Pedas

×

Netanyahu Kritik PM Australia, Canberra Beri Respons Pedas

Sebarkan artikel ini
Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke (dok. AFP)

Politikal – Pemerintah Australia mengecam pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut PM Anthony Albanese sebagai “politikus lemah” dan menudingnya telah mengkhianati Israel.

Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke menyindir Netanyahu dengan mengatakan,

“Kekuatan tidak di ukur dari berapa banyak orang yang bisa Anda ledakkan atau berapa banyak anak yang bisa Anda biarkan kelaparan,” sebagaimana di laporkan AFP, Rabu (20/8/2025).

Hubungan Australia-Israel memburuk sejak Canberra mengumumkan rencana pengakuan resmi terhadap negara Palestina pada 11 Agustus lalu, langkah yang mengikuti jejak Prancis, Inggris, dan Kanada.

Baca Juga :  Trump Disebut “Takluk” ke Putin, Rusia Maju–Ukraina Mundur

Netanyahu memperkeruh suasana pada Selasa (19/8) malam dengan menyebut PM Albanese “politikus lemah yang mengkhianati Israel” dan menelantarkan warga Yahudi di Australia melalui pernyataan resmi di media sosial.

Sebagai respons, pemerintah Australia menilai komentar Netanyahu mencerminkan frustrasi seorang pemimpin yang menyerang secara tiba-tiba.

Baca Juga :  Mantan Ibu Negara Korea Selatan Tolak Makan Usai Ditangkap

Canberra juga membatalkan visa anggota parlemen Israel Simcha Rothman pada Senin (18/8) karena rencana turnya di anggap bisa menyebarkan perpecahan.

Tel Aviv membalas dengan mencabut visa perwakilan Australia untuk Otoritas Palestina.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyatakan langkah tersebut sebagai respons atas keputusan Australia mengakui Palestina serta penolakan memberikan visa kepada sejumlah tokoh Israel.

Baca Juga :  Trump: Zelensky Penentu Perdamaian Ukraina-Rusia

Sejarah hubungan kedua negara mencatat Australia sebagai tempat perlindungan bagi warga Yahudi penyintas Holocaust pada 1950-an, termasuk di Melbourne yang menjadi salah satu kota dengan populasi penyintas terbesar di luar Israel.

Langkah pengakuan Palestina dan ketegangan diplomatik terbaru menandai periode hubungan Australia dan Israel yang semakin menegangkan, di tengah pertukaran kecaman publik antara kedua pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *