Internasional

PBB: Bantuan Udara Tak Cukup, Gaza Butuh Akses Darat

×

PBB: Bantuan Udara Tak Cukup, Gaza Butuh Akses Darat

Sebarkan artikel ini
Foto: REUTERS/Mahmoud Issa

PolitikalDua truk pengangkut 107 ton bahan bakar solar dilaporkan akan memasuki Gaza untuk pertama kalinya sejak beberapa bulan terakhir, menurut laporan televisi pemerintah Mesir, Al Qahera News, Minggu (3/8).

Pasokan bahan bakar tersebut diharapkan bisa meringankan krisis energi yang selama ini melumpuhkan layanan dasar, termasuk di sektor kesehatan.

Merujuk informasi dari Reuters, Kementerian Kesehatan Gaza menyampaikan bahwa keterbatasan bahan bakar telah berdampak serius terhadap operasional rumah sakit.

Beberapa rumah sakit bahkan terpaksa hanya melayani pasien kritis karena keterbatasan daya.

Baca Juga :  India Murka Dikenai Tarif 50 Persen, Siapkan Langkah Balasan

“Kita harus memahami bahwa menjadi Paskibraka adalah kehormatan dan tanggung jawab untuk memperjuangkan dan membela negara, calon paskibraka ini adalah generasi penerus bangsa yang diharapkan mampu menjadi teladan bagi generasi muda lainnya. Penguasaan materi kewajiban dan bela negara ini sangat penting untuk membentuk karakter dan mental yang kuat,” ujar Sekda Suleman Lakoro.

Meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai kedatangan truk tersebut di wilayah Gaza, pengiriman bahan bakar merupakan langkah langka sejak Israel memperketat jalur bantuan pada Maret 2025.

Kementerian Kesehatan Gaza menyebut, enam warga meninggal akibat kelaparan dalam 24 jam terakhir. Total korban jiwa akibat kekurangan gizi sejak awal perang kini mencapai 175 orang, termasuk 93 anak-anak.

Baca Juga :  Trump: Zelensky Penentu Perdamaian Ukraina-Rusia

Sebagai tanggapan atas tekanan internasional, Israel mengumumkan pelonggaran jalur bantuan dan penghentian pertempuran sebagian waktu di beberapa wilayah. Pemerintah Israel juga menyetujui pengiriman bantuan melalui udara serta membuka koridor aman bagi konvoi bantuan.

Namun sejumlah badan PBB menilai langkah-langkah ini belum memadai. Mereka menekankan bahwa bantuan udara tidak mampu memenuhi kebutuhan penuh lebih dari dua juta warga Gaza, dan meminta Israel membuka lebih banyak akses darat.

Baca Juga :  Kemenlu: Pemerintah Hormati Kebebasan Berkumpul dan Ekspresi

Kantor media pemerintah Gaza yang dikelola Hamas menyebut hampir 1.600 truk bantuan masuk sejak pembatasan mulai dilonggarkan akhir Juli.

Namun, sejumlah saksi mata dan sumber Hamas mengungkapkan bahwa sebagian truk telah dijarah oleh warga pengungsi dan kelompok bersenjata.

Sementara itu, otoritas kesehatan Palestina mencatat 18 orang tewas akibat serangan udara dan tembakan tentara Israel pada Minggu. Di antara korban, terdapat warga yang tengah mengantre di titik distribusi bantuan di wilayah tengah dan selatan Gaza.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *