Politikal – Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menilai penerapan sistem pendaftaran dan pembagian kupon di SPBU Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, layak dijadikan contoh bagi SPBU lain di daerah itu.
Menurutnya, inovasi tersebut membantu mengatur antrean kendaraan secara tertib serta mengurangi kemacetan yang kerap dikeluhkan masyarakat.
“Saya melihat sistem ini cukup tertib dan memberi kenyamanan bagi masyarakat,” kata Ridwan saat melakukan kunjungan kerja ke SPBU Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, pada Jumat (31/10/25).
Ridwan menegaskan, pengelolaan sistem antrean semacam ini menjadi bagian penting dalam memperbaiki pelayanan publik di sektor energi. Namun, ia mengingatkan perlunya pengawasan ketat agar penyaluran bahan bakar bersubsidi tetap tepat sasaran.
“Yang penting, pengelola harus tetap memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran, sesuai dengan barcode kendaraan yang terdaftar,” ujar Ridwan.
DPRD Provinsi Gorontalo melalui fungsi pengawasannya terus memastikan setiap kebijakan energi di daerah berjalan adil dan transparan. Hal itu termasuk menjamin masyarakat memperoleh BBM bersubsidi tanpa penyimpangan.
Pihak pengelola SPBU Suwawa menjelaskan, sistem kupon diberlakukan setiap Sabtu. Warga yang ingin mendapatkan BBM bersubsidi wajib mendaftar lebih dulu untuk memperoleh nomor antrean. Dalam sehari, sebanyak 40 kendaraan dilayani mulai Senin hingga Kamis.
“Dengan sistem ini, masyarakat tidak perlu datang sejak dini hari atau menunggu lama di lokasi SPBU. Mereka tinggal datang sesuai jadwal yang tertera di kupon,” jelas pengelola SPBU.
Langkah ini dinilai sebagai inovasi pelayanan publik yang mampu menciptakan ketertiban, efisiensi, dan pemerataan bagi masyarakat pengguna bahan bakar bersubsidi di Bone Bolango.














