Kesehatan

Studi Global: Sayuran Hijau hingga Ikan Berlemak Bisa Turunkan Risiko Jantung

×

Studi Global: Sayuran Hijau hingga Ikan Berlemak Bisa Turunkan Risiko Jantung

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi (Foto: Shutterstock/)

Politikal – Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab utama kematian di dunia dengan angka sekitar 17,9 juta jiwa setiap tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menjaga kesehatan jantung dinilai penting, salah satunya melalui pola makan. Sejumlah penelitian internasional menemukan beberapa jenis makanan mampu menurunkan risiko penyakit jantung.

Sayuran hijau seperti bayam, kale, dan Swiss chard kaya vitamin K yang membantu menjaga fungsi arteri serta pembekuan darah.

Studi kolaborasi Edith Cowan University (ECU), University of Western Australia, dan Danish Cancer Institute menunjukkan konsumsi satu setengah cangkir sayuran hijau mampu menekan risiko penyakit pembuluh darah aterosklerotik.

“Sayuran hijau dan sayuran cruciferous seperti bayam, kale, dan brokoli mengandung vitamin K1 yang dapat membantu mencegah proses kalsifikasi pembuluh darah, salah satu ciri utama penyakit kardiovaskular. Kabar baiknya, sayuran ini mudah sekali dimasukkan ke dalam menu makan harian Anda,” kata peneliti utama.

Baca Juga :  Dokter Ingatkan Nyeri Dada Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung

Selain itu, gandum utuh seperti oat, quinoa, beras merah, dan gandum utuh terbukti lebih menyehatkan dibandingkan gandum olahan.

Penelitian pada 2021 menyebut konsumsi gandum utuh berkaitan dengan risiko lebih rendah terkena serangan jantung, stroke, maupun kematian akibat penyakit jantung.

Buah beri juga terbukti berperan dalam menjaga jantung. Penelitian tahun 2019 oleh University of East Anglia menemukan konsumsi satu cangkir blueberry setiap hari mampu menurunkan faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Baca Juga :  Waspada! Varian Straus Covid-19 Menyebar Cepat di Indonesia, Ini Ciri-Cirinya

“Studi sebelumnya menunjukkan bahwa orang yang rutin makan blueberry memiliki risiko lebih rendah terkena berbagai penyakit, termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. Hal ini mungkin karena blueberry kaya akan senyawa alami yang disebut antosianin, yaitu flavonoid yang memberi warna merah dan biru pada buah. Kami menemukan bahwa mengonsumsi satu cangkir blueberry per hari dapat memperbaiki fungsi pembuluh darah dan mengurangi kekakuan arteri secara berkelanjutan-cukup signifikan untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 12 hingga 15 persen,” jelas para peneliti.

Sementara itu, alpukat mengandung lemak tak jenuh tunggal yang membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) sekaligus meningkatkan kolesterol baik (HDL).

Baca Juga :  Cegah Paparan RSV, Dokter Sarankan Vaksin hingga Jaga Kebersihan

Studi yang dipublikasikan Journal of the American Heart Association tahun 2022 menyebut konsumsi alpukat dua kali atau lebih per minggu dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 21 persen.

Makanan lain yang juga direkomendasikan adalah ikan berlemak seperti salmon, makarel, sarden, dan trout. Asam lemak omega-3 yang terkandung di dalamnya dapat mengurangi peradangan serta memperbaiki kesehatan jantung.

Penelitian terbaru dari Karolinska Institute pada 2023 menunjukkan konsumsi ikan berlemak secara rutin berpotensi menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk pada mereka dengan riwayat keluarga penderita penyakit tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *