Politikal, Internasional – Konflik bersenjata kembali pecah di perbatasan Thailand dan Kamboja. Aksi saling serang yang terjadi sejak Rabu (23/7) mengakibatkan 15 warga Thailand meninggal dunia, mayoritas adalah warga sipil.
Meski situasi memburuk, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak dalam bentrokan antara dua negara tetangga tersebut.
“Sejauh ini tidak ada WNI yang terdampak dari situasi saat ini,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rolliansyah (Roy) Soemirat, Sabtu (26/7/2025).

Melalui edaran resmi, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok mengimbau seluruh WNI yang berada di kawasan perbatasan agar meningkatkan kewaspadaan.
Terutama bagi mereka yang berada di wilayah Trat, Sa Kaeo, Ubon, dan Ratchathani.
“Berdasarkan data lapor diri, saat ini terdapat 15 WNI yang tersebar di wilayah sekitar perbatasan Thailand-Kamboja,” tulisnya dalam edaran tersebut.
WNI juga diminta segera melakukan pelaporan diri melalui www.peduliwni.kemlu.go.id](http://www.peduliwni.kemlu.go.id) khususnya yang menetap di Thailand selama lebih dari enam bulan.
“KBRI Bangkok kembali mengimbau kepada WNI yang menetap di Thailand lebih dari 6 bulan agar melakukan lapor diri melalui portal peduli WNI [www.peduliwni.kemlu.go.id](http://www.peduliwni.kemlu.go.id),” tambahnya.
Pemerintah Thailand menetapkan status **darurat militer di delapan distrik** yang berada di wilayah perbatasan, sebagai respon atas eskalasi militer.
Kebijakan ini diumumkan oleh Komandan Komando Pertahanan Perbatasan wilayah Chanthaburi dan Trat, Apichart Sapprasert.
Ia menyebut tujuh distrik di Provinsi Chanthaburi dan satu distrik di Provinsi Trat kini berada dalam status darurat.
Sementara itu, laporan Al Jazeera menyebut bahwa sejumlah wilayah terdampak di antaranya Mueang Chanthaburi, Tha Mai, Makham, Laem Sing, Kaeng Hang Maew, Na Yai Am, Khao Khitchakut, serta Khao Saming.
Konflik militer diawali oleh ledakan ranjau di wilayah perbatasan yang melukai tentara Thailand. Ketegangan meningkat sehari kemudian saat kedua negara terlibat dalam baku tembak intensif.
Dalam pertempuran Kamis (24/7), militer Kamboja dilaporkan menembakkan roket dan peluru artileri ke arah Thailand.
Sebagai balasan, militer Thailand mengerahkan jet tempur F-16 untuk menghantam posisi-posisi militer di wilayah Kamboja.
Pertempuran juga menyebar hingga ke kawasan kuil kuno yang menjadi sengketa wilayah kedua negara.
Pihak berwenang Thailand menyebutkan bahwa sedikitnya 15 orang tewas, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil yang berada di sekitar lokasi konflik.