Parlemen

Ridwan Monoarfa Tekankan Etika Politik Berbasis Nilai Al-‘Ashr

×

Ridwan Monoarfa Tekankan Etika Politik Berbasis Nilai Al-‘Ashr

Sebarkan artikel ini

Politikal –  Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, mengajak seluruh anggota DPRD dan unsur partai politik menjadikan Surat Al-‘Ashr sebagai refleksi moral dalam menjalankan kekuasaan dan tanggung jawab politik menjelang Tahun Baru 2026.

Ridwan menilai Surat Al-‘Ashr mengandung pesan tegas tentang nilai waktu, amanah, serta potensi kerugian manusia jika kekuasaan tidak digunakan untuk kemaslahatan publik. Ia memaknai sumpah Allah SWT atas waktu sebagai pengingat bahwa masa jabatan dan kepercayaan rakyat bersifat terbatas.

“Dalam politik, kerugian terbesar bukan kalah dalam pemilu, tetapi gagal menggunakan mandat rakyat untuk kepentingan masyarakat luas,” ujar Ridwan.

Baca Juga :  Pansus Kepemudaan DPRD Gorontalo Dalami Konsep Kemandirian Ekonomi Pemuda

Ia menjelaskan, terdapat empat prinsip utama dalam Surat Al-‘Ashr yang relevan dijadikan pedoman etika politik dan kerja legislasi di Gorontalo.

Prinsip pertama adalah iman sebagai fondasi moral kekuasaan. Ridwan menegaskan iman harus menjadi pagar etika agar kekuasaan tidak berubah menjadi alat transaksi kepentingan. Nilai tersebut, menurutnya, sejalan dengan falsafah Gorontalo, Adati hula-hula’a to syara’, syara’ hula-hula’a to Qur’ani, yang menempatkan adat dan nilai Al-Qur’an sebagai dasar kehidupan politik.

Baca Juga :  BK DPRD Gorontalo Pastikan Kasus Mustafa Yasin Tetap Diproses

Prinsip kedua adalah amal saleh yang diwujudkan dalam kerja politik yang berdampak nyata. Ridwan menilai amal saleh bagi DPRD tercermin melalui regulasi yang berpihak pada rakyat kecil, penganggaran yang adil dan transparan, serta fungsi pengawasan yang dijalankan secara substansial.

Prinsip ketiga adalah kebenaran yang menuntut keberanian politik. Nilai tawāṣau bil-ḥaqq, kata Ridwan, mengharuskan keberanian untuk bersikap ketika kebijakan menyimpang, anggaran tidak berpihak pada rakyat, atau kekuasaan mulai menjauh dari kepentingan publik.

Prinsip keempat adalah kesabaran sebagai konsistensi dalam perjuangan politik. Ridwan menyebut memperjuangkan kebenaran sering kali tidak populer dan sarat risiko, namun kesabaran harus dimaknai sebagai keteguhan menjaga nilai, bukan alasan untuk menunda keberpihakan.

Baca Juga :  Thomas Mopili: Banyak Lahan HGU Sawit di Gorontalo Tak Dimanfaatkan

Menutup refleksinya, Ridwan menegaskan Surat Al-‘Ashr memberikan ukuran yang jelas bagi pemegang amanah. Ia menyebut jabatan sebagai waktu ujian yang hanya dapat dimaknai dengan iman, kerja nyata, keberanian pada kebenaran, dan kesabaran.

“Jika nilai-nilai ini dijaga, maka politik Gorontalo tidak hanya menang secara elektoral, tetapi juga bermartabat secara moral,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *