Politikal – Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim menyatakan kesiapan daerah mendukung rencana pembentukan Komando Daerah Militer (KODAM) di Gorontalo.
Hal itu ia sampaikan saat rapat koordinasi kesesuaian tata ruang secara daring, Kamis (4/9/2025), yang membahas pembentukan 22 KODAM baru di jajaran TNI AD tahun anggaran 2025–2029.
Berdasarkan hasil paparan, Gorontalo di jadwalkan masuk gelombang ketiga pembentukan KODAM pada tahun 2028.
Namun, pemerintah daerah mendorong agar realisasinya bisa di percepat.
“Sejauh ini kami sangat mendukung pembentukan KODAM di Gorontalo. Mudah-mudahan tidak perlu menunggu sampai 2028, siapa tahu bisa di percepat di 2027 atau bahkan 2026, karena dari sisi kesiapan kami siap memberikan dukungan penuh,” jelas Sofian.
Ia menegaskan Pemprov Gorontalo sudah mengakomodir kebutuhan pertahanan dan keamanan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang di atur lewat Perda Nomor 1 Tahun 2024.
Termasuk penyediaan lahan dan sarana prasarana pendukung yang sudah di siapkan.
KODAM di rencanakan di bangun di area Batalyon 713 Tuladenggi, Telaga, dekat pusat kota.
Korem tetap berada di lokasi lama dengan lahan sekitar 25 hektare yang telah di siapkan.
Batalyon 713 akan di pindahkan ke wilayah perbatasan Gorontalo–Sulawesi Tengah, tepatnya di Pohuwato.
“Kami sudah berdiskusi dengan Korem Nani Wartabone, dan rencananya batalyon pembangunan akan diperkuat di tiga titik, yakni Boalemo, Gorontalo Utara, dan Pohuwato,” ujarnya.
Sofian meyakini penataan ulang posisi batalyon akan memperkuat pertahanan di daerah perbatasan.
Ia optimistis percepatan pembentukan KODAM di Gorontalo dapat segera terwujud sehingga mendekatkan fasilitas militer dengan pusat pemerintahan provinsi.














