HeadlineKabupaten Pohuwato

PETI Hunggo dan Singgopi Disorot, Fadel: Kalau Berani, Turun dan Buktikan

×

PETI Hunggo dan Singgopi Disorot, Fadel: Kalau Berani, Turun dan Buktikan

Sebarkan artikel ini
Foto : Ilustrasi AI

Politikal – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Popayato Barat, Pohuwato kembali memantik kemarahan publik.

Di tengah sorotan luas masyarakat, aparat penegak hukum justru dinilai belum menunjukkan langkah konkret yang benar-benar menyentuh titik persoalan di lapangan.

Tokoh muda asli Popayato Barat, Fadel Hamzah, melontarkan kritik keras terhadap lambannya penanganan aktivitas PETI yang disebut masih berlangsung di kawasan Singgopi dan Puncak Hunggo.

Menurutnya, narasi yang menyebut tidak ada aktivitas pertambangan ilegal di wilayah tersebut justru menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat yang mengetahui langsung dinamika di lapangan.

Baca Juga :  ‎Apa Gunanya Alfamart di Gorontalo ?

“Kalau memang tidak ada aktivitas, turun langsung ke Hunggo dan Singgopi. Jangan hanya bicara dari balik meja. Masyarakat butuh pembuktian, bukan sekadar pernyataan normatif,” tegas Fadel, Sabtu, (16/5/2026).

Ia menilai sudah saatnya Kepolisian Daerah Gorontalo dan Kepolisian Resor Pohuwato membuktikan keseriusan dengan inspeksi langsung ke lokasi yang selama ini disebut-sebut menjadi titik aktivitas PETI.

“Pertanyaan masyarakat sederhana, kapan aparat benar-benar naik ke Puncak Hunggo dan Singgopi? Kalau penegakan hukum hanya berhenti pada laporan administratif, maka wajar publik curiga ada yang sengaja ditutup-tutupi,” katanya.

Baca Juga :  ‎PETI Popayato Barat, Rahwandi : Kapolsek Terbukti "Pambadusta!" ‎

Fadel juga secara tegas meminta evaluasi terhadap kinerja jajaran Kepolisian Sektor Popayato Barat yang dinilai gagal menjalankan fungsi pengawasan dan penindakan di wilayah hukumnya sendiri.

Menurut dia, bila aktivitas tambang ilegal benar masih berlangsung, mustahil aparat di tingkat lokal tidak mengetahuinya.

“Kalau aktivitas itu ada tapi tidak ditindak, maka publik berhak bertanya: ini kelalaian atau pembiaran?” sentilnya tajam.

Tak hanya aparat kepolisian, Fadel juga mendesak pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga mengetahui aktivitas tersebut, termasuk aparat pemerintahan desa di wilayah Persatuan dan Molosipat Utara.

Baca Juga :  Dari Sumur Bor ke PDAM, Ini Langkah Baru Pemkot Gorontalo

Ia menegaskan, seluruh pihak yang terindikasi mengetahui namun memilih diam harus dimintai pertanggungjawaban.

“Jangan ada kesan hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul terhadap mereka yang punya posisi. Kalau mau bersih, bongkar semua tanpa pandang bulu,” ujarnya.

Fadel menegaskan, persoalan PETI di Popayato Barat bukan sekadar isu tambang ilegal, melainkan menyangkut marwah penegakan hukum yang kini tengah diuji di hadapan publik.

“Masyarakat menunggu tindakan nyata, bukan pencitraan penegakan hukum. Kalau aparat serius, buktikan dengan turun langsung, periksa semua, dan tindak tegas siapa pun yang bermain,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *