HeadlineKabupaten Pohuwato

Skandal Solar PETI Popayato Barat, Rahwandi Minta Aparat Periksa Inisial E

×

Skandal Solar PETI Popayato Barat, Rahwandi Minta Aparat Periksa Inisial E

Sebarkan artikel ini
Foto : Ilustrasi AI.

Politikal – Dugaan keterlibatan pihak lain dalam menopang aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Popayato Barat mulai mencuat ke permukaan.

Setelah aparat menemukan 52 galon solar saat operasi penertiban dua unit ekskavator pada 2 Mei 2026, kini muncul dugaan bahwa pasokan bahan bakar tersebut dikendalikan oleh sosok berinisial E.

Koordinator Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Keadilan (APMPK), Rahwandi Botitohe, mendesak aparat penegak hukum untuk segera menelusuri informasi tersebut dan memanggil pihak-pihak yang diduga mengetahui alur distribusi solar ke lokasi tambang ilegal.

Menurut Rahwandi, temuan puluhan galon solar di lokasi PETI bukan sekadar fakta lapangan biasa, melainkan indikasi kuat adanya jaringan pendukung yang selama ini menopang aktivitas pertambangan ilegal di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Kasus Emas 1 Kg Belum Terungkap, Publik Tunggu Ketegasan Polres Gorontalo

“Ini bukan persoalan sederhana. Kalau di lokasi ditemukan 52 galon solar, maka publik patut bertanya, dari mana asal pasokan itu? Siapa yang memasok? Informasi yang berkembang mengarah pada dugaan keterlibatan inisial E. Aparat wajib segera menelusuri dan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi,” kata Rahwandi, Kamis (14/5/2026).

Ia menegaskan, aktivitas alat berat di lokasi PETI tidak mungkin berjalan tanpa dukungan logistik yang terstruktur, terutama pasokan BBM yang menjadi kebutuhan utama operasional ekskavator.

“Jangan hanya sibuk mengamankan alat berat di lapangan, tapi aktor-aktor yang diduga menjadi penopang operasional justru dibiarkan bebas. Kalau benar ada pihak yang memasok solar, maka itu harus dibuka terang-benderang,” tegasnya.

Baca Juga :  Tegas! Pertamina Stop Distribusi Solar ke SPBU Sudirman Gorontalo

Rahwandi menilai, pengungkapan jalur distribusi solar akan menjadi pintu masuk untuk membongkar pihak-pihak yang selama ini diduga berada di balik maraknya aktivitas PETI di Popayato Barat.

“Kalau aparat serius, telusuri aliran solar itu. Siapa pemesannya, siapa pengantarnya, siapa penerimanya. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul terhadap pihak yang diduga berada di belakang layar,” ujarnya.

APMPK, lanjut Rahwandi, akan terus mengawal perkembangan penanganan kasus tersebut dan mendesak aparat kepolisian agar tidak berhenti pada penertiban simbolik.

Baca Juga :  Tekanan Menguat, APKPD Bongkar Isu HGB dan Gaji ASN di Gorontalo

“Kami menduga ada rantai distribusi yang terorganisir. Karena itu kami minta aparat segera bergerak cepat, memeriksa seluruh pihak yang namanya mulai disebut dalam informasi yang berkembang di masyarakat, termasuk inisial E,” tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi telah meminta hak jawab, namun yang bersangkutan memilih bungkam.

Catatan Redaksi:

Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Keadilan (APMPK) diketahui sejak awal konsisten mengawal dugaan aktivitas PETI di Popayato Barat.

Tidak hanya menyoroti dugaan distribusi solar, APMPK menegaskan akan terus mengawal seluruh persoalan PETI di wilayah tersebut hingga tuntas dan meminta aparat menindak seluruh pihak yang terlibat tanpa tebang pilih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *