HeadlineKabupaten Pohuwato

‎PETI Popayato Barat, Rahwandi : Kapolsek Terbukti “Pambadusta!” ‎

×

‎PETI Popayato Barat, Rahwandi : Kapolsek Terbukti “Pambadusta!” ‎

Sebarkan artikel ini
Foto : Ilustrasi AI ‎

Politikal – Pernyataan Kapolsek Popayato Barat, IPDA Ilham Siplizand, yang sebelumnya menyebut aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) “sudah tidak ada”, kini menuai sorotan tajam.

‎Sorotan itu muncul setelah tim gabungan dari Polres Pohuwato serta Polda Gorontalo justru mengamankan dua unit ekskavator di Desa Molosipat, Kecamatan Popayato Barat, pada Sabtu (2/5/2026) malam.

‎Koordinator Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Keadilan Gorontalo (APMPK-G), Rahwandi Botutihe, menilai tindakan pengamanan alat berat tersebut bertolak belakang dengan pernyataan sebelumnya.

‎“Ini menjadi kontradiksi yang tidak bisa diabaikan. Sebelumnya disebut tidak ada aktivitas PETI, tapi faktanya ada alat berat yang diamankan di lapangan,” ujar Rahwandi, Senin (4/5/2026).

‎Ia bahkan menyebut, langkah aparat yang mengamankan ekskavator justru memperkuat dugaan bahwa aktivitas pertambangan ilegal masih berlangsung di wilayah tersebut.

‎Menurut Rahwandi, keberadaan alat berat, meski dalam kondisi tidak beroperasi saat ditemukan, tidak bisa dilepaskan dari aktivitas tambang.

‎“Kalau tidak ada aktivitas, lalu untuk apa alat berat itu berada di lokasi? Ini justru menimbulkan pertanyaan baru,” katanya.

‎Sebelumnya, Kapolsek Popayato Barat menyatakan bahwa pihaknya tidak menemukan aktivitas PETI saat melakukan pemantauan di Molosipat.

‎Namun demikian, polisi tetap mengamankan dua unit ekskavator yang ditemukan di lokasi berbeda, salah satunya di kawasan hutan, dan satu lainnya terparkir di belakang rumah warga.

‎Rahwandi menilai, penemuan alat berat tersebut merupakan indikasi bahwa aktivitas PETI belum sepenuhnya berhenti, bahkan berpotensi masih berlangsung secara masif.

‎Ia juga menyentil pola penindakan yang dinilai belum menyentuh akar persoalan.

‎“Kalau ekskavator hanya ditemukan dalam kondisi parkir di pinggir atau dekat permukiman, itu justru menjadi sinyal bahwa aktivitasnya masih ada, hanya tidak tertangkap saat operasi berlangsung,” tegasnya.

‎Menurutnya, kondisi ini memperlihatkan bahwa praktik PETI di Popayato Barat diduga masih berjalan dengan pola yang lebih tersembunyi.

‎Rahwandi pun mendesak aparat penegak hukum untuk tidak berhenti pada penindakan simbolik, melainkan melakukan penelusuran menyeluruh terhadap jaringan dan aktor di balik aktivitas tersebut.

‎“Jangan hanya berhenti pada alat berat yang diamankan. Yang paling penting adalah mengungkap siapa yang berada di balik aktivitas ini,” pungkasnya.

‎Sementara itu, pihak redaksi sudah melakukan upaya hak jawab ke Kapolsek Popayato Barat, namun dia masih memilih bungkam.

Catatan:

Untuk memahami alur lengkap pemberitaan kasus ini, pembaca disarankan menyimak tiga berita sebelumnya.

Berita pertama 👇🏻

Baca Juga :  PETI Menggila di Popayato Barat, Nama Oknum Kades hingga Aleg Disebut

Berita kedua 👇🏻

Baca Juga :  ‎Soal PETI Popayato Barat, Rahwandi Sebut Kapolsek “Pambadusta”

Berita ketiga 👇🏻

Baca Juga :  ‎Soal PETI Popayato Barat, Rahwandi Nilai Kapolsek Lakukan “Blunder”

Berita keempat 👇🏻

Baca Juga :  APMPK Ingatkan Kapolsek Popayato Barat :"Hati-hati Anda!"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *