Politikal – Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Keadilan Gorontalo (APMPK-G) kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato.
Koordinator APMPK-G, Rahwandi Botutihe, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi langsung dengan Kapolda Gorontalo, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol.) Drs. Widodo, S.H., M.H., guna menyampaikan kondisi faktual di lapangan, termasuk aktivitas PETI yang diduga masih terus berlangsung.
“Kami sudah terhubung langsung dengan Kapolda Gorontalo dan menyampaikan secara rinci terkait situasi di Popayato Barat, termasuk dugaan aktivitas PETI yang hingga kini masih berjalan,” ujar Rahwandi, Senin,(27/04/2026).
Tidak hanya itu, Rahwandi juga menyampaikan bahwa dirinya telah didatangi sekaligus bertemu langsung dengan pihak Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Gorontalo untuk memberikan keterangan.
Hal ini menunjukkan bahwa laporan yang disampaikan APMPK-G mendapat perhatian serius di internal kepolisian.
“Kami juga telah didatangi dan bertemu langsung dengan Propam Polda Gorontalo untuk memberikan keterangan. Ini bagian dari upaya kami agar persoalan ini ditangani secara profesional dan transparan,” tambahnya.
Dalam pernyataannya, Rahwandi turut melontarkan peringatan tegas kepada Kapolsek Popayato Barat, IPDA Ilham Siplizand, yang diduga tidak konsisten dalam memberikan keterangan kepada publik.
“Kami ingatkan Kapolsek Popayato Barat, hati-hati Anda dalam menyampaikan pernyataan. Jangan sampai ada upaya memutarbalikkan fakta di lapangan,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya mengantongi data yang valid terkait aktivitas PETI di wilayah tersebut, termasuk berbagai informasi yang siap dibuka apabila diperlukan dalam proses penegakan hukum.
“Kami memiliki data yang kuat dan valid. Jadi kami minta semua pihak untuk bersikap jujur dan tidak bermain narasi. Jika diperlukan, kami siap membuka data tersebut,” pungkas Rahwandi.
Catatan:
Untuk memahami alur lengkap pemberitaan kasus ini, pembaca disarankan menyimak tiga berita sebelumnya.
Berita pertama 👇🏻
Berita kedua 👇🏻
Berita ketiga 👇🏻













