Politikal – Setelah menyoroti dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Hunggo dan Singgopi, tokoh muda Popayato Barat, Fadel Hamzah, kembali mendesak Polda Gorontalo bersama Polres Pohuwato untuk turun langsung ke lapangan.
Menurut Fadel, langkah itu penting untuk menjawab polemik yang terus berkembang di tengah masyarakat sekaligus membuktikan keseriusan aparat dalam menindak dugaan aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut.
“Kalau memang aparat yakin di sana tidak ada aktivitas, silakan turun langsung. Jangan hanya menerima laporan. Publik butuh pembuktian di lapangan,” tegas Fadel, Minggu (17/5/2026).
Ia menilai, semakin lama aparat tidak turun langsung ke lokasi, semakin besar ruang spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kalau ini terus dibiarkan, masyarakat akan bertanya-tanya. Jangan sampai muncul kesan ada pembiaran atau ada pihak tertentu yang sengaja dilindungi,” ujarnya.
Fadel juga meminta aparat memeriksa seluruh pihak yang diduga mengetahui aktivitas tersebut, termasuk sejumlah nama yang ramai disebut masyarakat, yakni berinisial Ww, Sw, Nw, T, dan RI.
“Semua nama yang disebut publik harus diperiksa secara profesional. Jangan ada yang kebal hukum kalau memang terbukti terlibat,” katanya.
Tak hanya itu, ia turut mendesak pemeriksaan terhadap aparat pemerintahan desa yang berada di wilayah sekitar aktivitas PETI.
“Kalau ada aparat desa yang tahu tetapi diam, itu juga harus dimintai pertanggungjawaban. Negara tidak boleh kalah oleh praktik ilegal seperti ini,” sentilnya.
Menurut Fadel, persoalan PETI di Hunggo dan Singgopi kini menjadi ujian serius bagi marwah penegakan hukum di Gorontalo.
“Turun langsung ke lokasi, cek fakta di lapangan, tertibkan kalau memang ada aktivitas, lalu sampaikan hasilnya secara terbuka. Itu yang ditunggu masyarakat,” pungkasnya.













