HeadlineKabupaten Bone Bolango

Jaringan PETI Bone Bolango Dibidik, Rahwandi: “Awasi Timongoli!”

×

Jaringan PETI Bone Bolango Dibidik, Rahwandi: “Awasi Timongoli!”

Sebarkan artikel ini
Koordinator APMPK, Rahwandi Botutihe, saat menjalani pemeriksaan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Gorontalo.

Politikal – Proses penanganan dugaan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Bone Bolango memasuki babak baru.

Setelah statusnya meningkat ke tahap penyelidikan, pelapor dari Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Keadilan (APMPK), Rahwandi Botutihe, telah menjalani pemeriksaan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Gorontalo.

Pemeriksaan terhadap Rahwandi dilakukan pada Rabu (29/4/2026).

Usai dimintai keterangan, ia mengaku telah menyerahkan seluruh informasi yang dimilikinya kepada penyelidik.

“Semua sudah saya sampaikan. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Ini saatnya terang benderang,” tegas Rahwandi usai pemeriksaan.

Menurut Rahwandi, data yang diberikan tidak hanya mencakup laporan awal.

Ia juga mengungkap adanya dugaan keterlibatan sejumlah pihak, pola operasi, hingga lokasi pengolahan limbah tambang yang diduga menggunakan bahan kimia berbahaya.

Ia menilai, aktivitas PETI di Bone Bolango tidak berdiri sendiri.

Dugaan keterlibatan banyak pihak menunjukkan adanya pola kerja yang tersusun.

“Ini bukan kerja individu. Ada jaringan, ada pola yang rapi. Saya sudah uraikan semua itu ke penyelidik, lengkap dengan nama dan perannya masing-masing,” ungkapnya.

Rahwandi menyatakan kesiapannya untuk mempertanggungjawabkan seluruh pernyataan yang telah disampaikan kepada penyidik.

Ia juga mempersilakan pihak yang merasa disebut untuk membuktikan diri melalui jalur hukum.

“Kalau merasa tidak terlibat, silakan buktikan. Tapi kalau memang ada kaitannya, jangan lari. Proses hukum harus jalan,” katanya dengan nada tegas.

Selain itu, ia kembali menyoroti penggunaan merkuri dalam proses pengolahan limbah tambang.

Menurutnya, praktik tersebut berpotensi menimbulkan dampak serius bagi lingkungan dan kesehatan warga.

“Ini bukan cuma soal ilegal atau tidak. Ini soal ancaman serius. Merkuri itu racun. Kalau terus dipakai tanpa kontrol, dampaknya bisa panjang dan merusak generasi,” ujarnya.

Rahwandi berharap aparat penegak hukum tidak berhenti pada tahap penyelidikan saja.

Ia meminta agar kasus ini ditindaklanjuti hingga tahap penegakan hukum yang jelas.

“Jangan cuma berhenti di penyelidikan. Publik menunggu hasil. Siapa pun yang terlibat harus diproses tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Dengan telah disampaikannya keterangan oleh pelapor, perhatian publik kini tertuju pada langkah lanjutan Polda Gorontalo dalam mengusut kasus tersebut.

APMPK menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas.

“Ini baru awal. Kami akan terus kawal. Tunggu saja langkah berikutnya,” pungkasnya.

Baca juga berita sebelumnya 👇🏻

Baca Juga :  Kasus PETI Bone Bolango Naik ke Penyelidikan, Rahwandi: Saya Akan Buka Semua! 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *