Politikal – Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (DPC APRI) Kabupaten Gorontalo resmi menerima Surat Keputusan (SK) definitif dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APRI, Jumat (22/5/2026).
Penyerahan SK dilakukan oleh Deputi 5 DPP APRI sekaligus Sekretaris Wilayah DPW APRI Provinsi Gorontalo, Taufiq Hiola, di Valados Coffee, Kota Gorontalo.
SK tersebut bernomor 7501/SK-DPC/260519 dengan masa bakti kepengurusan selama lima tahun.
Adapun susunan pengurus DPC APRI Kabupaten Gorontalo yang resmi ditetapkan yakni Ketua Robin Bilondatu, Wakil Ketua Indra Rohandi Parinding, Sekretaris Arif Rahim, Wakil Sekretaris Ricky Kadir, Bendahara Gunawan, serta Koordinator RMC Rony Ismail.
Dalam sambutannya, Taufiq Hiola menekankan pentingnya penguatan administrasi organisasi setelah diterbitkannya SK definitif tersebut.
“Pengurus DPC APRI Kabupaten Gorontalo segera melengkapi kebutuhan administrasi organisasi, mulai dari kantor sekretariat, plank sekretariat, seragam pengurus, ID card, hingga perlengkapan kantor lainnya,” ujar Taufiq, Jumat (22/05/2026).
Ia juga meminta agar kepengurusan segera didaftarkan ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gorontalo guna memperkuat legalitas organisasi di daerah.
Selain itu, Taufiq mendorong DPC APRI Kabupaten Gorontalo untuk menyusun struktur organisasi sesuai kebutuhan serta membentuk koperasi atau badan hukum lain sebagai wadah usaha para pengurus dan anggota APRI.
“Koperasi atau badan hukum lainnya penting dibentuk untuk mendukung usaha RMC-RMC APRI dan memperkuat pemberdayaan penambang rakyat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPC APRI Kabupaten Gorontalo, Robin Bilondatu, menyatakan kesiapan pihaknya menjalankan amanah organisasi dan segera menindaklanjuti arahan dari DPP APRI.
“Kami akan segera menyelesaikan seluruh kebutuhan administrasi dan memperkuat konsolidasi organisasi agar DPC APRI Kabupaten Gorontalo dapat berjalan maksimal,” kata Robin.
Kegiatan penyerahan SK tersebut turut dihadiri Ketua DPC APRI Gorontalo Utara sekaligus pelopor Koperasi Prioritas WIUPK, Abdul Aziz Latif, serta Ketua Koperasi Produsen Pertambangan Agroindustri dan Niaga, Nawir Sune.














