HeadlineProvinsi Gorontalo

Fauzan Lawan Arus Jelang Musprov KADIN Gorontalo: Tunda Dulu, Benahi Prosesnya!

×

Fauzan Lawan Arus Jelang Musprov KADIN Gorontalo: Tunda Dulu, Benahi Prosesnya!

Sebarkan artikel ini

Politikal – Kontestasi menuju Musyawarah Provinsi (Musprov) KADIN Gorontalo mulai memanas.

Fauzan Fadel Muhammad meminta pelaksanaan Musprov ditunda sementara untuk mengevaluasi sejumlah persoalan dalam tahapan organisasi.

Menurut Fauzan, penundaan bukan berkaitan dengan kesiapan dirinya menghadapi pemilihan Ketua Umum KADIN Provinsi Gorontalo.

Ia mengaku telah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi pencalonan dan memperoleh dukungan lebih dari 100 pemilik KTA KADIN di Gorontalo.

“Bagi saya, ini bukan soal siapa yang menang atau siapa yang kalah. Yang paling penting adalah memastikan proses Musprov berjalan dengan baik, terbuka, adil, dan memberikan ruang yang sama kepada seluruh anggota KADIN.” tegas Fauzan.

Fauzan mengatakan, persoalan yang perlu diperhatikan justru berkaitan dengan proses Mukab dan Mukot yang telah berlangsung.

Ia menilai evaluasi diperlukan agar seluruh tahapan Musprov memiliki legitimasi yang kuat.

“Yang perlu kita evaluasi adalah proses Mukab, Mukot, persoalan KTA, termasuk bagaimana memastikan anggota yang memiliki hak dapat benar-benar berpartisipasi dalam proses organisasi.” lanjutnya.

Bukan Karena Gagal Mendaftar

Fauzan menegaskan dirinya tidak meminta penundaan karena gagal memenuhi persyaratan pencalonan.

Sebaliknya, seluruh proses administrasi pencalonannya telah diselesaikan.

“Saya sudah menyelesaikan seluruh proses administrasi pencalonan dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Jadi, usulan penundaan ini bukan karena saya tidak siap mengikuti kontestasi.” ungkap Fauzan.

Fauzan juga bukan figur baru di lingkungan KADIN Gorontalo.

Pada era kepemimpinan Muhalim Litty, ia pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Provinsi Gorontalo.

Sejak April 2026, Fauzan juga aktif melakukan konsolidasi dengan berbagai elemen organisasi dan dunia usaha.

Komunikasi itu dilakukan dengan mantan ketua umum, senior KADIN, pengurus lama dan baru, unsur caretaker, asosiasi dunia usaha, pelaku UMKM hingga pengusaha muda.

Baca Juga :  Imigrasi Gorontalo Deportasi 4 WNA China, Diduga Terkait Aktivitas Tambang

Ia juga aktif dalam kegiatan akademik di Gorontalo, termasuk mengisi kuliah umum di Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Soroti Persoalan KTA

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Fauzan adalah keterlibatan pemilik KTA dalam proses Mukab dan Mukot.

Sejumlah anggota yang disebut berada dalam jaringan dukungannya diklaim tidak dapat tercatat sebagai peserta musyawarah akibat persoalan input dalam sistem.

Fauzan mengatakan persoalan tersebut perlu dilihat secara lebih luas dan tidak hanya dikaitkan dengan kepentingan kelompoknya.

“Kalau persoalannya hanya terjadi pada saya atau kelompok saya, mungkin ini bisa dianggap sebagai persoalan kontestasi. Tetapi kalau ada anggota KADIN yang memiliki KTA kemudian tidak bisa mengikuti proses organisasi, ini harus menjadi perhatian bersama.” tegasnya lagi.

Menurut dia, hak anggota untuk berpartisipasi menjadi bagian penting dalam menentukan legitimasi sebuah musyawarah.

Ia juga menyebut terdapat anggota dan pengurus KADIN Gorontalo yang sebelumnya menyampaikan persoalan serupa melalui media sosial maupun pemberitaan.

Sistem Sempat Bermasalah

Persoalan teknis juga terjadi pada 11 September 2026, bertepatan dengan hari terakhir pendaftaran calon Ketua Umum KADIN Provinsi Gorontalo.

Sistem pendaftaran daring disebut sempat mengalami kendala.

Fauzan bersama tim kemudian menyampaikan persoalan tersebut kepada sekretariat dan penyelenggara.

Dokumen pencalonan juga dikirim melalui email sebagai langkah antisipasi.

“Pada 11 September memang ada kendala sistem. Kami kemudian menyampaikan persoalan itu kepada sekretariat dan penyelenggara serta mengirimkan dokumen melalui email. Setelah sistem kembali bisa digunakan, kami tetap menyelesaikan proses pendaftaran sampai tuntas.” tuturnya.

Sekitar satu jam sebelum penutupan, sistem kembali dapat digunakan.

Fauzan kemudian menyelesaikan seluruh tahapan pendaftaran secara daring.

Karena itu, ia menegaskan persoalan tersebut tidak membuat dirinya gagal dalam proses pencalonan.

Baca Juga :  Pemprov Gorontalo Percepat Penetapan WPR dan IPR untuk Atasi Tambang Ilegal

“Saya tidak ingin menjadikan persoalan ini sebagai kepentingan pribadi. Kalau saya hanya berpikir tentang diri saya sendiri, mungkin saya akan memilih diam karena administrasi saya sudah selesai. Tetapi yang saya pikirkan adalah bagaimana seluruh proses ini bisa diterima oleh semua pihak.” lanjutnya.

Konsolidasi hingga Daerah

Sebelum memasuki tahapan Musprov, Fauzan melakukan komunikasi dengan berbagai figur di daerah.

Ia juga bertemu dengan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie.

Dalam pertemuan tersebut, Fauzan menyampaikan niat maju sebagai calon Ketua Umum KADIN Gorontalo sekaligus meminta pandangan mengenai arah organisasi.

Konsolidasi juga berkembang di tingkat kabupaten dan kota.

Di Pohuwato muncul Muhammad Rustam Arsyad. Di Boalemo terdapat Rivel Priyantoro Putra Pagau.

Sementara di Kabupaten Gorontalo muncul Roman Nasaru dan Ra’is Nango.

Dari Bone Bolango terdapat Muhammad Rizki Ahmad dan Zulfikal Uloli.

Rizki sebelumnya telah mengikuti proses Mukab pada 2025. Dalam perkembangan 2026, muncul pandangan agar proses tersebut kembali memperoleh legitimasi melalui mekanisme caretaker.

Di Gorontalo Utara, Hendra Nurdin menjadi salah satu figur yang muncul setelah mendapatkan rekomendasi dari Thariq Modanggu.

Sejumlah figur tersebut disebut telah bertemu dengan Fauzan dalam rangkaian komunikasi organisasi yang turut melibatkan perwakilan KADIN Indonesia.

Fauzan Tetap Siap Bertarung

Meski meminta Musprov ditunda, Fauzan menegaskan dirinya tidak mundur dari kontestasi.

Ia menyatakan tetap siap apabila tahapan pemilihan kembali dilanjutkan setelah persoalan organisasi dievaluasi.

“Saya siap. Saya sudah memenuhi persyaratan dan telah melakukan konsolidasi dengan berbagai elemen dunia usaha. Tetapi kesiapan saya untuk maju tidak boleh menghilangkan kepentingan kita bersama untuk memastikan prosesnya berjalan secara legitimate.” kata Fauzan.

Baca Juga :  ‎Soal PETI Popayato Barat, Rahwandi Nilai Kapolsek Lakukan “Blunder”

Menurut Fauzan, penundaan justru dapat menjadi ruang untuk mencegah persoalan yang lebih besar setelah Musprov berlangsung.

“Saya berharap ada ruang untuk melakukan verifikasi, evaluasi dan konsolidasi. Kita duduk bersama, kita selesaikan persoalan yang ada, sehingga ketika Musprov dilaksanakan, siapa pun yang terpilih benar-benar memiliki legitimasi yang kuat.” sambungnya.

Bukan Sekadar Perebutan Kursi Ketua

Fauzan melihat Musprov tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai arena perebutan posisi Ketua Umum.

Menurutnya, forum tersebut memiliki tanggung jawab lebih besar untuk menentukan arah organisasi dan dunia usaha Gorontalo.

“Justru saya melihat penundaan sebagai kesempatan untuk mencegah konflik yang lebih besar. Lebih baik kita mengambil waktu untuk memperbaiki proses sekarang daripada menyelesaikan Musprov tetapi meninggalkan persoalan dan perpecahan setelahnya.” ujarnya.

Ia berharap seluruh kandidat dan anggota KADIN dapat mengedepankan kepentingan organisasi.

“Saya mengajak semua pihak untuk menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi. Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai perbedaan pilihan membuat KADIN Gorontalo kehilangan persatuan.” lanjutnya.

Fauzan mengatakan siapa pun yang nantinya terpilih harus mendapatkan legitimasi kuat dari seluruh elemen dunia usaha.

“Yang saya inginkan adalah KADIN Gorontalo yang kuat, solid dan mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh dunia usaha. Siapa pun yang nanti terpilih, saya berharap dia mendapatkan legitimasi yang kuat dan mampu menyatukan seluruh pengusaha di Gorontalo.” tandasnya.

Usulan penundaan tersebut, kata dia, tidak dimaksudkan untuk menghentikan agenda organisasi.

Sebaliknya, waktu tambahan dinilai dapat digunakan untuk memperbaiki proses, melakukan verifikasi, serta membuka ruang rekonsiliasi antarpihak.

Dengan begitu, Musprov diharapkan tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga menghadirkan organisasi KADIN Gorontalo yang lebih solid dan memiliki legitimasi kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *