Politikal – Peristiwa kecelakaan kerja terjadi di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Tibor 17, Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (05/06/2026) sekitar pukul 13.00 WITA.
Ambruknya lubang tambang yang diduga milik seorang warga berinisial YG dilaporkan mengakibatkan satu pekerja meninggal dunia.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi Politikal.co.id, korban diketahui bernama Ferliyanto Antule (26), warga Desa Sogitia, Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, yang berprofesi sebagai penambang.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tertimbun material longsoran di dalam lubang tambang.

Korban diketahui mulai masuk ke dalam lubang tambang sejak pukul 07.00 WITA untuk melakukan aktivitas penambangan material emas.
Namun sekitar pukul 13.00 WITA, material yang sedang digali diduga mengalami longsor dan menimpa korban di dalam lubang.

Mengetahui kejadian tersebut, sejumlah penambang di sekitar lokasi kemudian melakukan upaya pertolongan dan evakuasi menggunakan peralatan seadanya.
Setelah beberapa saat, korban berhasil dievakuasi dari dalam lubang, namun sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Setelah proses evakuasi, jenazah korban kemudian ditandu oleh sesama penambang menuju Desa Tulabolo.
Sekitar pukul 13.30 WITA, korban tiba di desa tersebut dan selanjutnya dibawa menggunakan mobil ambulans menuju rumah duka di Desa Sogitia, Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango.

Sekitar pukul 14.30 WITA, jenazah almarhum tiba di rumah duka dan langsung disambut pihak keluarga.
Kemudian pada pukul 17.00 WITA, jenazah Ferliyanto Antule dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat di Desa Sogitia.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Bone Bolango, AKP Djon Karel Nusi saat dimintai konfirmasi oleh redaksi mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Satuan Reskrim terkait data dan informasi yang beredar.
“Data belum sama, saya masih koordinasi dengan Reskrim,” ujarnya.
Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang kejadian berulang di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Suwawa Timur.
Aktivitas pertambangan ilegal yang diduga masih terus berlangsung dinilai menyimpan risiko tinggi terhadap keselamatan para pekerja, terutama karena minimnya standar keamanan dan pengawasan di lapangan.
Catatan Redaksi :
Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang lebih lengkap dan berimbang mengenai peristiwa ini.
Redaksi juga membuka ruang hak jawab kepada pihak terkait sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers.












