Politikal – Desakan agar aparat penegak hukum membongkar dugaan keterlibatan elite politik dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Hunggo, Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato, semakin keras disuarakan publik.
Kali ini, sorotan tajam datang dari Aktivis Popayato Barat, Fadel Hamzah, yang menilai dugaan keterlibatan oknum anggota legislatif berinisial WW dalam aktivitas tambang ilegal tidak boleh dianggap isu biasa.

Menurut Fadel, aparat penegak hukum harus berani menyentuh pihak-pihak yang diduga memiliki pengaruh dan kekuasaan di balik aktivitas PETI tersebut.
“Kalau benar ada aleg yang bermain di tambang ilegal, jangan jadikan jabatan sebagai tameng hukum. Negara ini tidak boleh kalah dengan kekuasaan dan kepentingan pribadi,” tegas Fadel, Kamis (28/05/2026).

Ia mengatakan, polemik PETI Hunggo kini bukan lagi sekadar persoalan tambang ilegal biasa, melainkan sudah mengarah pada dugaan adanya keterlibatan aktor-aktor yang memiliki akses kekuasaan.
Fadel menilai, sikap diam oknum aleg WW di tengah derasnya tudingan publik justru memperkeruh keadaan dan memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

“Publik sekarang bertanya-tanya, kenapa sampai hari ini tidak ada klarifikasi terbuka? Diam itu justru memancing kecurigaan. Kalau merasa tidak terlibat, mestinya bicara secara terbuka,” ujarnya.
Ia juga menyoroti dugaan adanya hubungan akses menuju lokasi PETI yang disebut-sebut berkaitan dengan keluarga oknum aleg tersebut.

Menurutnya, kondisi itu membuat masyarakat semakin curiga bahwa aktivitas tambang ilegal di Hunggo tidak berdiri sendiri, melainkan diduga mendapat perlindungan dari pihak tertentu.
“Jangan sampai tambang ilegal ini terkesan kebal hukum karena ada orang kuat di belakangnya. Kalau rakyat kecil cepat diproses, maka pejabat atau aleg yang diduga terlibat juga wajib diperiksa,” katanya.

Fadel meminta Polda Gorontalo tidak berhenti pada penindakan pekerja lapangan ataupun penyitaan alat berat semata.
Ia mendesak aparat membongkar seluruh rantai yang diduga terlibat, termasuk pihak yang disebut mengendalikan aktivitas PETI dari belakang layar.
“Jangan cuma operator yang ditangkap lalu selesai. Bongkar siapa pemodalnya, siapa pelindungnya, siapa yang bermain di belakang. Itu yang ditunggu masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, masyarakat Popayato Barat saat ini terus memantau perkembangan kasus tersebut dan berharap aparat tidak tebang pilih dalam penegakan hukum.
“Kalau hukum hanya berani menyentuh rakyat kecil tetapi takut pada elite, maka kepercayaan publik terhadap penegakan hukum bisa runtuh,” tutup Fadel.
Catatan:
Untuk memahami alur lengkap pemberitaan kasus ini, pembaca disarankan menyimak Dua puluh berita sebelumnya.
Berita pertama 👇🏻
Berita kedua 👇🏻
Berita ketiga 👇🏻
Berita keempat 👇🏻
Berita kelima 👇🏻
Berita keenam 👇🏻
Berita ketujuh 👇🏻
Berita kedelapan 👇🏻
Berita kesembilan 👇🏻
Berita kesepuluh 👇🏻
Berita kesebelas 👇🏻
Berita ke Dua belas 👇🏻
Berita ke Tiga belas 👇🏻
Berita ke Empat belas 👇🏻
Berita ke Lima belas 👇🏻
Berita ke Enam belas 👇🏻
Berita ke Tujuh belas 👇🏻
Berita ke Delapan belas 👇🏻
Berita ke Sembilan belas 👇🏻
Berita ke Dua puluh 👇🏻
Berita ke Dua puluh satu 👇🏻












